Selamat Datang
Rabu, 17 September 2014
Shana Suratman
Saya tak akan menyalahkan siapa pun, ini sebuah cobaan yang harus dilewati berdua. Di mana sepasang kekasih dicoba dengan kesetiaannya. Shana sedang diuji dengan sikap keras sang Ayah, tak diizinkan pulang karena Momo masih di rumah sakit. Tapi, tak dapat dipungkiri bahwa rindu rumah itu ada.
Seminggu tak tidur di rumah, tidak bertemu dan makan masakan sang Ibu, pulang kerja tidur di warnet, bahkan luntang-lantung seperti orang tak punya tempat tinggal. Baju tak ganti, muka kucel, stress. Sedih, hati kecil ini selalu meneteskan air mata di setiap sujudnya. Berdoa agar hubungan Ayah dan anak itu cepat selesai.
Ketika sang Ibu menyuruh anaknya pulang, berati ibu tak bisa lagi memendam rasa rindu dan khawatir pada anak. Shana akan pulang jika Momo sudah selesai. Shana dan Ayahnya sama-sama keras, namun kekerasan sang Ayah bermaksud untuk mendidiknya menjadi manusia yg kuat dan tangguh dalam menjalani hidup. Dalam hal ini membuat kita berpikir ulang, bahwa hidup itu penuh perjuangan dan tanggung jawab. Membuat kita bisa lebih bersabar, saling menguatkan satu sama lain, mengetahui teman yg care atau tidak. Bisa bertindak tegas dalam mengambil keputusan, dan belajar mendidik anak untuk masa depan.
Semua cobaan ini harus bisa membuat kita menjadi lebih dewasa, sigap dalam bertindak, mengubah pola hidup ke arah yg baik untuk kita dan keluarga.
Semangat Kangchay, Arin akan selalu ada di samping kamu. Apapun yg terjadi jika diizinkan-Nya Arin akan selalu menjaga dan memberikan yg terbaik untuk kamu dan kita.
Bogor, 17 September 2014
Rabu, 10 September 2014
jenuh
Sebuah hubungan pasti akan melewati masa jenuh. Perkawinan, pacaran, bahkan pertemanan sekali pun aka melewati titik jenuh. Namu, masing-masing individu punya cara yg berbeda dalam menyikapinya. Seandainya ia lulus dalam fase itu berarti dia mempunyai cinta yg tulus. Namun, dikala ia kalah memutuskan hubungan itu berarti ia masih menggunakan logika. Ketika kejenuhan datang rasanya ingin bermain sepuas hati. Melupakan semua pekerjaan yg ada.
Untuk bertemu pun rasanya tidak mau, yg pada akhirnya akan menimbulkan sebuah kebohongan. Apabila diawali dengan kebohongan, pada akhirnya akan menjadi duri tajam. Sakit bila harus dicabut, apalagi secara perlahan.
Senin, 08 September 2014
Farhan
Kisah tentang salah satu murid ku yang pilu, malu untuk diceritakan tapi inilah kehidupan agar kita bisa lebih bersyukur tentang apa yang kita punya.
Suatu hari ketika saya mulai masuk kelas, saya ingin membuat kontrak perjanjian pelajaran untuk satu tahun ke depan karena tuntutan kurikulum 2013. Namun, karena siswa tidak bisa diatur akhirnya saya hkum mereka semua di lapangan. Setelah bel berakhir, saya pulang melewati Taman Topi (Taman Ade Irma Suryani) sekitar pukul 18.00. Saya bertemu salah seorang murid saya yang tadi dihukum.
"Kamu ngapain?" sapa ku
"Ngamen bu, tuh sama si Farhan" jawabnya sambil malu-malu
pada saat itu saya tercengang, karena saya tidak pernah memberikan uang kepada pengaman, dan sekarang murid saya pun ngamen.
Keesokan harinya saya panggil Farhan dan bicara 4 mata dengannya.
"Farhan... kemaren ke mana?" tanya ku perlahan
"Kemaren saya main bu, kenapa gitu?" tanyanya
"Jangan bohong, Ibu tahu kemarin kamu ngamen. Kenapa?" tanya ku penasaran.
Akhirnya Farhan menceritakan kisah hidupnya, ternyata ia ngamen untuk makan. Karena faktor keluarga, Ayahnya bercerai dengan ibunya dan menikah lagi. Sekarang Farhan tinggal bersama ibu tiri dan ayahnya. Namun, apa yang terjadi? Ibunya memperlakukan Farhan tidak seperti anak kandungnya. Memaki, memukul, hingga akhirnya mengusir dari rumahnya.
"Emang Ibunya suka marah? gimana marahnya?" tanyaku
"Ibu marahnya pake bahasa kasar, kadang binatang pun ia katakan. Udah beberapa bulan Farhan ga pulang, pulang pun hanya untuk ganti baju lalu berangkat lagi" jelasnya
Setiap hari dia ngamen dari pukul 18.00 - 20.30 penghasilannya 30.000-40.000. Uangnya digunakan untuk makan sehari-hari karena dia tidak pernah makan di rumah.
Di pagi buta dia mengumpulkan barang bekas. Lalu pulang ganti baju seragam dan bersekolah, setelah pulang sekolah ia ganti baju dan mengamen. Tidur pun ia di tempat pengumpul barang bekas. Tak ada waktu belajar, ia hanya belajar di sekolah.
Saya berusaha membimbing dan memberikan motovasi agar tetap bersekolah.
"Oke, Farhan boleh ngamen, tapi tetap harus sekolah. Uang yang Farhan dapatkan sisanya ditabung untuk Ujian Nasional dan Kelulusan. Farhan harus buktikan ke Ibu tiri Farhan bahwa Farhan bisa mandiri dan mampu tanpa adanya dia. Dan yang paling penting jangan mencuri, meroko, apalagi narkoba, tetap sholat dan berdoa. Farhan juga harus nurut sama Ibu Arin, karena Bu Arin sayang Farhan. Kalau Farhan ga nurut sama Ibu tiri, setidaknya Farhan nurut sama Ibu Arin. oke?" Tegas ku.
Farhan hanya tertunduk malu, entah apa yang ada dalam hati dan pikirannya.
Selang seminggu dari percakapan ku waktu itu, saya ke sekolah lagi dan ternyata Farhan sudah seminggu tidak sekolah. Surat panggilan pun sudah antarkan tapi nyatanya tidak ada respon dari orang tuanya.
menurut teman-temannya bahwa Farhan sudah tidak tinggal di rumah itu. Karena ia diusir oleh ibu tirinya, semua baju seragam dan yang lainnya dibuang begitu saja. Ayah Farhan begitu sibuk berjualan siang dan malam sehingga ia tak tau perlakuan istrinya kepada Farhan. Pernah suatu hari ia ke sekolah dengan pakaian yang kotor dan lusuh. Mengintip dari jauh KBM hari itu,Farhan masih ingin sekolah, tapi orang tuanya tidak peduli akan pendidikan anaknya. Sebelum kejadian ini terungkap, beberapa bulan yang lalu saya pernah melihat dia mengumpulkan barang bekas (mulung) tapi dia hanya tersenyum dari jauh. Mungkin di dalam hatinya dia malu, sedih tapi inilah kenyataan yang harus dia hadapi.
Pilu rasanya mendengar dan menulis kisah ini. Tapi ini kenyataan, membuat kita lebih bersyukur. Bahwa diluar sana masih banyak anak yang ingin bersekolah.
Sebagai orang tua pun mau tiri atau kandung seharusnya bisa lebih bijak untuk membimbing anak-anaknya. Jangan seperti lagu "Ibu tiri, hanya cinta kepada ayahku saja"
Kamis, 19 Juni 2014
Komunikasi
ya, lagi.. lagi komunikasi
tahukan kalian bahwa komunikasi itu benar-benar penting.
komunikasi lisan maupun tulisan.
tapi saya lebih suka menggunakan komunikasi tulisan. Kenapa?
Karena lewat tulisan saya bisa mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran saya.
Walau saya tidak pandai untuk merangkai kata, tapi lebih baik diungkapkan dalam tulisan ketimbang tidak sama sekali.
Pernahkah kalian merasa bahwa apa yang kalian ucapkan itu jujur?
Nyatanya tidak semua yang diucapkan itu jujur, terkadang manusia melebih-lebihkan cerita yang mereka dengar atau lihat.
Mereka membagikan kembali cerita tersebut dengan adanya pengurangan atau melebihkan. Itu termasuk bergosipkan?
Bada halnya dengan tulisan, tulisan itu bisa membuat semuanya lebih terbuka dan menyenangkan. Mungkin setiap orang punya persepsi yang berbeda antara komunikasi lisan dan tulisan.
Pernah saya punya pengalaman, yang menyatakan bahwa apa yang dikatakan itu tidak selamanya jujur.
Saya mempunya pacar yang baik, jujur apa adanya, karena saya tau karakternya. Di rumahnya itu orang tuanya membuka usaha kamar kosan untuk perempuan, dan saya tau siapa saja yang kost di sana.
Suatu hari saat saya sedang di perpustakaan, seorang pria menghampiri dan pria itu berkata "Rin... Gimana hubungan lu sama si dia?"
"dia? siapa?"
"Pacarmu yang anak MIPA lah, siapa lagi?" jawabnya pria itu sambil membuka-buka buku
"Baik-baik saja pak, kenapa memang? ada yang salah?" tanya ku kembali.
"Oh... syukur kalau masih baik-baik. Bukannya gue mau ikut campur atau manas-manasin lu sama dia, cuma tadi pas gue jalan ke kampus. Gue liat dia boncengan sama cwe, kayanya ke arah rumahnya deh. Si cwenya sambil pelukan gitu di motornya" Jelas pria itu sambil menatapku
"Ohh..." jawabku singkat
"udah? cuma oh doang? ga komentar apa-apa?" katanya dengan nada tidak suka
"lah.. emg kenapa? gue yang pacaran, dia yang boncengan cwe, kenapa situ yang repot pak? mungkin sodaranya atau teman kampusnya" tegasku
sebenarnya saya tau siapa cwe yang dimaksud, cwe itu memang salah satu penghuni kamar kost di rumahnya, sebelum pria itu memberikan kabar yang tak sedap, pacar saya sudah bilang terlebih dahulu.
Bahwa dia akan mengantar cwe itu ke rumah sakit.
Tapi, untuk mengetahui kejadian lebih terperinci saya tanyakan langsung pada pacar saya, dan dia pun mengakuinya hanya saja cwe itu tidak menyentuh pacar saya sama sekali. Cwe itu memang sakit, dibonceng tapi tangan cwe itu tidak melingkar di badan pacar saya. Jadi apa yang dikatakan pria itu memang benar bahwa pacar saya pergi dengan cwe. Hanya saja pria itu melebihkan ceritanya cwe itu meluklah, mesralah. Padahal tidak, jadi apa yang harus saya perdebatkan dengan pacar saya?
Jujur menyakitkan itu lebih baik daripada munafik.
Rabu, 18 Juni 2014
Kesayangan
ya... Kata-katanya telah saya aplikasikan, saya suka menulis di mana pun dan kapan pun. Hingga note dalam handphone pun penuh.
Kali ini saya akan menulis tentang tujuan hidup. Pada hakikatnya menurut ajaran agama saya tujuan hidup manusia itu mencari ridho Ilahi, menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat. Tapi rasanya saya belum mencapai keduanya. Dalam usia saya yang sudah mencapai kepala dua, rasanya saya belum menghasilkan sesuatu yang pantas untuk dibanggakan. Secara materi semuanya masih kekurangan, walaupun saya sudah tak meminta uang jajan, tapi saya belum bisa membalas kebaikkan kedua orang tua saya.
Rasanya hidup saya hambar, mengalir tenang seperti air. Mulai dari sekolah dasar tepat enam tahun, lalu masuk SMP, tiga tahun berlalu. Lulus SMP masuk ke SMK. Seharusnya saat sekolah menengah saya sudah tahu ke arah mana saya harus mulai berjalan, lulus kuliah bekerjakah, kuliahkah, atau menikah. Tapi lagi-lagi alur hidup saya mengalir begitu saja. Saya tak pernah menginginkan ingin masuk perguruan A, B, atau C. Menurut guru-guru di sekolah saya merupakan salah satu murid yang pandai, tapi saya tak pernah mengikuti tes masuk perguruan tinggi negeri. Lulus sekolah menengah Bapakku memasukkan ke salah satu perguruan swasta dengan jurusan yang tidak pernah saya pilih sebelumnya. Saya hanya mengikuti kemauan kedua orang tua saya. Tapi alhamdulillah, nilai-nilai saya tidak jelek bahkan saya salah satu mahasiswa lulusan terbaik dengan nilai-nilai yang cukup baik.
Nah... setelah lulus kuliah apa yang terjadi?
semuanya berjalan mengikuti alurnya, saya mulai bekerja menjadi guru dengan hasil yang pas-pasan. Setahun lebih sudah saya mengabdi, tapi apakah saya sudah bisa memberikan sesuatu untuk kedua orang tua saya?? jawaban "belum" T.T
bahkan untuk hidup saya pun masih pas-pasan. Kadang dalam malam saya menangis, karena belum bisa membahagiakan orang tua yang saya cintai.
Bayangkan dua puluh tiga tahun saya hidup, saya belum bisa memberikan yang baik untuk orang tua. Malu rasanya, malu...
Mah... Pa....
Maaf, anakmu ini belum bisa memberikan apa yang kalian inginkan.
Mah.. Pa..
Doakan, anakmu ini sedang mencari rizki yang berkah untuk membahagiakan kalian ke rumah Sang Pencipta.
Mah.. Pa..
Jangan pernah berhenti untuk memarahiku jika salah.
Ya Allah..
walau saya belum bisa memberikan kebahagian untuk mereka yang saya cintai, maka tolong jaga mereka.
Berikan kesehatan, kesabaran, umur yang panjang untuk melihat anak-anaknya besar dan sukses.
Untuk bisa berziarah ke makan Rasul.
Ya Allah..
Engkau maha mengetahui semuanya...
Lindungi dan selamatkan keduanya dunia dan akhirat.
Ringankan bebannya, pertemukan kembali orang tuaku di surgamu kelak.
Amin...
Rabu, 04 Juni 2014
Akang
Minggu, 18 Mei 2014
Kita
Tahukah kalian bahwa kekuatan cinta itu nyata? Cinta pada Sang Pencipta dan cinta kepada umatNya. Tuhan tidak akan memberikan cobaan yang berat bagi umatNya, karena Tuhan tahu kapasitas kemampuan umatNya.
Ya... Itu benar terjadi apa adanya. Seseorang yang waktu itu saya takutkan untuk pergi kini kembali, tak usah lama menunggu hingga 4 bulan untuk berjumpa. Cukup berkomunikasi dengan baik, mengesampingkan ego, jujur, dan bicara dari hati. Itu bisa menjadi salah satu jalan yg baik.
Pria....
Pria bisa meneteskan air mata untuk orang yang benar-benar dia sayangi. Saya merasa bersalah ketika membuat pria yg saya sayangi meneteskan air matanya.
Kali itu dalam jangka 4 tahun, baru pertama saya melihat dia meneteskan air mata. Air mata yg jatuh untuk menangisi sakit hati dan sayangnya. Sinar matanya seolah-olah berkata "kamu wanita yang aku sayangi, tapi kamu juga wanita yang menyakitiku" sambil meneteskan air matanya. Saya pun tak bisa membendung air mata yg menetes perlahan. Bibir bergetar mengucap maaf, maaf dari hati. Dari situ saya bertekad tidak akan membuatnya meneteskan air mata lagi. Kehilangan seseorang yg disayang itu singguh menyiksa. Ga enak makan, ga enak tidur, tapi dari situ saya bisa mempelajari hal. Bahwa jangan pernah menyakiti orang yang disayang, dan saya bisa lebih dekat dgn Sang Pecipta.
Sebenarnya mungkin saya egois, dekat dengan Sang Pencipta dikala sedang susah. Padahal Tuhan tidak mengajarkan kita untuk seperti itu. Yah.. itulah manusia, setiap susah selalu mendekatkan kepada Sang Pencipya. Namun, dikala senang lupalah manusia denganNya. Tetapi Tuhan tidak marah, Dia tetap sayang umatNya yang selalu belajar dari kesalahan dan tidak cepat menyerah.
Kamis, 03 April 2014
waktu....
Andai bisa memutar waktu, banyak hal yang ingin saya kerjakan dulu, mulai dari kuliah hingga percintaan.
Namun, apalah daya waktu tak dapat diputar kembali walau hanya sedetik. Belajarlah menghargai waktu dan berkomunikasi dengan baik. Apapun suasana hatimu maka berkomunikasilah dengan baik.
4 bulan itu mungkin akan terasa lama bila ditunggu, tapi itulah yang sedang saya lakukan. Mengunggu nasib, menunggu kisah yang akan selanjutnya terjadi. Padahal baru kemarin rasanya membicarakan hal-hal yang akan kita lakukan bersama. Berlibur ke beberapa pulau, jalan-jalan ke Bandung, puasa bersama. Tapi rasanya rencana itu hilang dalam hitungan jam. Ya... ternyata harus disadari, manusia bisa berencana baik, namun Tuhan punya rencana yang lebih baik dan lebih indah. Entahlah... mungkin semua itu memang kesalahan saya, semua terjadi begitu cepat. Saya melakukan kesalahan yang cukup fatal, tapi saya yakin jauh dalam lubuk hatinya dia masih menyayangiku. Disetiap sujud dalam doa ku, namanya selalu ku sebut, berdoa dan berharap dia kan mejadi jodoh ku kelak.
Doa dalam sujudku :: "Ya.. Rabb, Jika Engkau menghendaki kami untuk berjodoh maka dekatkanlah dan permudahlah jalan kami menuju sebuah pernikahan. Namun, jika Engkau tidak menghendakinya maka kuburlah semua rasa ini, dan gantilah dia dengan seseorang yang baik dan bisa menerima keadaanku apa adanya. Aminnn"
Rasanya setiap kali dia marah, jantung ini ingin berhenti berdetak. Buat apa hidup, bila tidak bersamanya? Namun, saya sadar itu bukan jalan yang baik. Semua yang sudah terjadi itu sudah Tuhan tuliskan pada masing-masing buku kisah umatNya.
4 tahun 7 bulan bukan waktu yang singkat untuk saling memahami dan mengenal satu sama lain, terkadang saya pun tidak mengenal sosok dia, yang saya tahu dia yang amat teramat saya sayang, dan dia menyayangiku. Disetiap masalah yang terjadi selalu ada hikmahnya, selalu ada ilmu yang bisa diambil. Mungkin tidak semua wanita seperti saya yang tahan atas cacian dengan bahasa kasar dan segudang binatang yang dilontarkan, tapi saya yakin itu hanya emosi yang sesaat., dan terkadang saat dia penat dan letih, kesel sama tim kerjanya semua hanya bisa diluapkan kepadaku. tapi dengan demikian saya memahaminya. Secentil-centilnya dia, dia tetap tau batasannya, itu yang penting. Apapun yang dia kerjakan selalu dia ceritakan, sekalipun dia jalan dengan berbagai jenis wanita. Saya tidak marah, karena saya tahu yang ada dalam hatinya cuma saya dan mamanya.
Namun kini berbeda, karena kesalahan yang tanpa saya sadari telah melukainya, beribu maaf sudah diucapkan namun dia berkata "buat apa maaf, bila esok melakukan kesalahan yang sama"
sedih rasanya ditinggalkan orang yang amat disayang, namun jika memang ini yang terbaik untuknya saya berusaha tegar dan ikhlas. Saya yakin suatu saat dia akan kembali memelukku dan berkata "Luph you my sweetheart"
Senin, 18 November 2013
Rizal Anugrah
sudah hampir setahun aku menyandang gelar sarjana, namun rasanya bukan kebahagian yang aku dapatkan melainkan beban moril. Tapi aku tak menyesal, karena aku mendapatkan pelajaran-pelajaran hidup dari anak-anak didikku.
Aku mengajar di sebuah sekolah kecil dengan sarana dan prasarana seadanya. Ada hal yang menarik dari sekolah itu yaitu kebersamaan dengan guru-guru hebat dan semangat belajar anak-anak yang cukup tinggi.
Rizal. Ya, Rizal namanya. Seorang anak laki-laki berusia 14 tahun yang kini duduk di bangku kelas 8 SMP. Hidup dengan kedua orang tua dan ke-empat adiknya. Rizal seorang anak yang rajin, ulet, dan selalu semangat dalam menjalani hidupnya.
Pernah suatu hari aku menyuruh semua murid-muridku untuk memperbanyak soal-soal sesuai jumlah murid, dan saya meminta mereka untuk membayar iuran sebesar 1000 rupiah. Aku memanggil nama-nama murid berdasarkan buku kehadiran, dan sampailah pada sebuah nama Rizal Anugrah.
"Rizal Anugrah" panggilku
"Iya Bu, aku gak punya uang untuk bayarnya" jawabnya
"uang jajanmu kan masih ada Nak, ayo sini!" tegasku
Tadinya aku pikir semua murud-muridku bisa membayar iuran tersebut, karena iuran tersebut tidak terlalu mahal.
"Baiklah, besok dibayar ya Zal" kataku
"iya Bu, Insyallah" jawabnya
Tak lama seorang anak perempuan menghampiriku, Ika namanya anak yang pandai di kelas, rajin, dan pintar. Menurut cerita yang didapat Ika mengagumi Rizal.
"Bu... ini aku bayarkan iuran punya Rizal, tapi Ibu janji jangan bilang-bilang sama Rizal kalau aku yang membayarkannya" katanya sambil memberikan uang itu
"Kenapa memang ka?" tanyaku
"Pokonya jangan bilang-bilang Bu, soalnya kalau Rizal tau Aku yang bayar dia pasti marah dan tidak suka padaku" jawabnya
"ohh, iya Ibu takkan bilang" tegasku
Setelah pelajaran berakhir, semua siswa istirahat. Rizal langsung pergi ke Musola untuk sholat ashar karena memang sekolah itu masuk siang. Aku pun pergi ke Musola untuk sholat ashar. Setelah usai shalat tiba-tiba Rizal menghampiriku.
"Bu... besok jika saya tak punya uang, saya tidak akan sekolah ya" katanya sambil menunduk
"lohh, ko gitu Zal?" tanyaku
"Aku gak punya uang untuk bayar iuran, di kelas hanya saya saja yang belum bayarkan?" jawabnya masih dengan kepala menunduk
"Rizal.. dengarkan ibu nak! apapun yang terjadi kamu harus tetap sekolah setidaknya sampai kamu mendapatkan ijazah SMP, kamu tak usah memikirkan masalah iuran itu, yang jelas kamu belajar dan tetap semangat!" aku hanya mencoba memberikan motivasi kepadanya, agar dia tidak putus sekolah.
"Iya Bu" jawabnya dengan nada lesu
"udah, sekarang liat Ibu dan tersenyumlah! Ingat kata Ibu belajar dan tetap semannggaatttt"
Rizal pun mengangkat kepalanya dan mulai tersenyum, dia berpamitan untuk pergi ke kelasnya.
Dari kejadian tersebut aku mendapatkan pelajaran hidup tentang persahabatan, kasih sayang, semangat belajar dan mengajar, serta keikhlasan.
Kini aku menyadari bahwa banyak di luar sana anak-anak yang ingin bersekolah, namun keadaan dan status sosial mereka tidak didukung. Padahal banyak para pejabat yang menjanjikan pendidikan gratis, tapi nyatanya masih saja anggaran pendidikan yang disalah gunakan.
Sabtu, 29 Juni 2013
Otak Manusia
Mengisi pikiran kita dengan sesuatu yang akan berubah sukses.
Sesuatu yang kita inginkan dan harapkan mewujud nyata di dalam diri kita setelah kita melakukan sesuatu.
Intuisi adalah kemampuan untuk menerima atau menyadari informasi yang tidak dapat diterima oleh indra. Otak manusia memiliki kemampuan yang sama, otak kita pun sama dengan otak Albert Einstence, masalahnya tinggal bagaimana kita bisa mengegola otak kita.
Roger Banistier dari Inggris seorang atlet olah raga yang memecahkan rekor lari 1 mil dalam jangka waktu 4 menit. Sedangkan para dokter menafsirkan manusia yang lari dalam waktu 4 menit menempuh jarak 1 mil akan meninggal karena jantungnya akan pecah sebab terlalu dipaksa. Tapi, Roger berhasil!!
Sebulan kemudian setelah kejadian itu Jhon Landy (Australia) berhasil mengalahkan Roger dalam waktu kurang dari 4 menit. Jadi dapat disimpulkan bahwa kita dapat melakukannya. Hanya saja bagaimana cara kita untuk menggunakan otak.
Partikel "pun"
- adapun
- andaipun
- meskipun
- biarpun
- kalaupun
- ataupun
- maupun
- walaupun
- bagaimanapun
- sungguhpun
- kendatipun
- sekalipun
- betapapun
Tony Buzan
- Pengenalan, membaca buku dan mengenali simbol-simbol atau huruf-huruf yang ada dalam buku akan membuat kita lebih nyaman dan cepat dalam membaca buku.
- Peleburan, mata membantu untuk menangkap simbol-simbol kepada pusat pikir. Di sini terjadi tarik-ulur atau jual-beli antara apa yang disampaikan oleh buku dan apa yang dimiliki.
- Intra-Integrasi, di sini kita melakukan proses menghubung-hubungkan antara materi satu dengan materi yang lainnya, hingga bab 1 sampai bab-bab berikutnya. kita coba memadukan semua hal yang sudah kita miliki dengan pengalaman yang sudah kita miliki cukup lama.
- Extra Integrasi, pengambilan keputusan. Maksudnya kita melalukan analisis, apresias, seleksi, kritik dan juga apakah kita mau menolak atau merima informasi dari buku.
- Penyimpanan, menyimpan sesuatu yang kita peroleh dari sebuah buku untuk pengembangan diri. Proese penyimpanan membutuhkan waktu yang cukup lama tidak instan.
- Pengingatan, kita bisa membangun "Peta Pikiran" untuk mengingatkan isi buku yang dibaca.
- Pengomunikasian, artinya membaca merupakan komunikasi intrapersonal (dengan diri sendiri) maupun interpersonal (antar pribadi).
Kamis, 12 Januari 2012
Dari Dia untukku
Rabu, 04 Januari 2012
Kamar Ku
Sebuah kediaman di mana aku tinggal, aku dibesarkan, diberi kasih sayang, dan bermanja menjadi tempat favoritku. Tempat aku berlindung dibawah panasnya matahari dan dinginnya hujan berada tak jauh dari tempat ku menuntut ilmu sekarang. Hampir semua teman satu kelasku mengetahui tempat tinggalku sekarang. Rumah yang ditempati enam kepala manusia ini tidaklah semegah istana di buku dongeng. Tapi bagiku ini merupakan istana terindah.
Rumah tingkat berwarna kuning ini mempunyai lima kamar tidur, dua kamar mandi, dua dapur, dua ruang tamu dan satu ruang keluarga. Namun, ada satu ruangan yang menurut ku benar-benar nyaman. Di ruangan yang berisikan satu tempat tidur, satu lemari baju, satu meja belajar dan satu lemari buku. Tempat itu selalu membuatku menemukan hal-hal yang aku suka. Aku mendapatkan dunia ku sendiri di ruangan itu, semua aku khias sesuka hati. Terdapat beberapa boneka dan pajangan lumba-lumab di sana karena aku sangat menyukai jenis mamalia itu.
Ruangan yang bercat warna kuning menjadi tempat favoritku. Bukan hanya aku menyukai tempat itu tapi beberapa teman ku pun menyukainya. Sampai-sampai mereka sempat merasakan betapa nyenyaknya tidur di kasurku. Ruangan itu menjadi saksi bisu semua kegiatan yang aku lakukan. Senang, sedih, susah atau bahkan saksi di mana aku meluapkan semua emosi ku.
Ruangan itu tidak besar, juga tidak kecil. Namun, ruangan itu selalu memberiku inspirasi dari berbagai hal yang aku inginkan. Aku tidak mendapatkan sesuatu yang aku suka, tapi aku mendapatkan sesuatu yang aku butuhkan. Ruangan itu disesuaikan dengan apa yang aku butuhkan. Ada beberapa barang yang membuat semakin merasa betah yaitu radio, laptop dan modem. Serta tidak ketinggalan boneka-boneka dolphin yang kini menjadi teman tidurku. Tidak tertinggal sebuah ponsel atau handphone yang menjadi teman bila aku kesepian. Kerena, handphone sama halnya dengan sahabat sejati ku.
Bogor BMX


Penggunaan sepeda kini sedang marak di kota Bogor. Tidak sedikit komunitas sepeda yang sedang merekrut anggota-anggota barunya. Salah satunya Bogor BMX. BMX merupakan singkatan dari bicycle moto-cross. Komunitas Bogor BMX ini berdiri sejak 8 April 2002.
“Sebenarnya adanya komunitas BMX di kota bogor sudah cukup lama. Sejak era 80'an pun olahraga extreme ini udah dikenal masyarakat kota Bogor. Namun, komunitas ini sempat terhenti beberapa tahun dan kembali muncul lagi pada tahun 2002”. Tutur Gogon ketua Bogor BMX.
Sampai saat ini Bogor BMX mempunyai lebih dari 40 anggota resmi. Para pecinta sepeda BMX sering melakukan latihan di Sempur tiap minggu pagi karena mereka memanfaatkan car free day. Sehingga mereka bebas beratraksi di jalan. Selain di Sempur mereka juga mempunyai tempat latihan tersendiri yaitu di Taman Pahlawan, Gunung Putri, Pemda dan Dramaga. Namun, untuk saat ini Bogor BMX bersepeda di Taman Pahlawan karena dekat dengan kesekretariatan Bogor BMX.
Ketua Bogor BMX juga menjelaskan bahwa komunitas ini merupakan sekumpulan orang-orang yang senang, hobby dan ajang menyalurkan kreatifitas bersepeda. Selain itu Bogor BMX sendiri mengambil dua aliran bermain, yaitu street dan flatland. Street lebih kearah jumb atau lompat-lompat. Sedangkan flatland lebih ke arah berputar atau bermain di darat.
Bogor BMX juga senang mengadakan event kecil-kecilan untuk para rider Bogor, hal ini untuk meningkatkan semangat dan melatih kemampuan mereka jika mengikuti event besar nantinya. Dalam event terdekatnya saat ini Bogor BMX akan mengikuti kontes BMX di kafe S-One pada tanggal 5 November 2011. Para anggotan pun menggunakan kostum Halloween.
Sabtu, 15 Oktober 2011
SHELVI
Sebuah persahabatan yang terjalin sejak awal perkuliahan antara aku dan dia. Dia seorang mahasiswi Fakultas MIPA jurusan kimia. Dia seorang perempuan yang manis dan cantik. Namun, dari penampilan dan gayanya dia bagaikan seorang laki-laki.
Banyak hal yang menarik tentang dirinya. Dia begitu menyenangkan. Dia merupakan anak terakhir dari lima bersaudara. Dia mempunyai perawakan yang tinggi dan kurus. Berkulit putih, rambutnya panjang namun dia dia pernah mengurai rambutnya. Selalu diikat ke atas seperti konde. Dia sangat menyukai warna merah dan hitam. Rumahnya di Cimanggu, dari rumah ke kampus dia menggunakan sepeda motor.
Awal bertemu dengannya di sebuah UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa). Dia orangnya ramah, sopan dan mudah bergaul dengan orang. Tadinya aku fikir dia orang yang jutek dan cepat marah, tapi semakin aku mengenalnya aku semakin kagum. Dia sosok yang bijaksana, sangat menghargai teman dan selalu membantu.
Dia suka dengan hal-hal yang berbau musik, tapi siapa yang menyangka seorang mahasiswi tomboy suka dengan film-film dan lagu-lagu india. Dia mempunyai beberapa koleksi film-film india, apalagi bila pemeran utamanya Ranie Muhkreejee. Sampai-sampai dia ikut kursus bahasa india.
Selama aku bersamanya banyak hal yang terjadi. Setidaknya aku mengetahui informasi tentang fakultas lain selain FKIP. Selain itu aku sering bertukar fikiran dengannya. Dia mempunyai nazar, bila nanti lulus S1 dia akan menggunakan kerudung disaat wisuda nanti. Aku tak sabar menunggu hari itu, aku ingin melihat dia tampil sebagai seorang perempuan yang cantik dan angun.
Sekarang perempuan tomboy itu sedang asik dengan kegiatan memelihara hamters. Ada 30 anak hamters di rumahnya. Tidak akan pernah menyesal bila kenal dengannya, dia selalu memberikan apa yang terbaik untuk temannya. Dia selelau membantu sesuai dengan kemampuannya karena begitu peduli terhadap orang disekelilingnya. Hari-harinya selalu bersemangat membuat selau ingin bersamanya.
Selalu menyenangkan bila bersamanya, canda dan tawa selalu ada saat kami bersama. Bercerita kepadanya tentang semua yang aku rasakan sangat membantu karena dia orang yang aku percaya. Dia seorang perempuan yang kuat, dia bernama Shelvi.
Kamis, 19 Mei 2011
Membuat Diri Senang Belajar
Nah... Mari kita bahas apasaja sih yang dapat memacu kita ??
Menurut hasil penelitian tentang cara kerja otak, bagian pengendali memori di dalam otak akan sangat mudah menerima dan merekam informasi yang masuk jika berada dalam suasana yang menyenangkan.
“ otak manusia adalah protoplasma yang paling komplek yang pernah dikenal di alam semesta ini. Dan inilah satu-satunya organ yang berkembang, sehingga ia dapat mempelajari dirirnya sendiri.
Jika dirawat oleh tubuh sehat dan lingkungan yang meninbulkan rangsangan, otak yang berfungsi leap aktif dan reaktif selama lebih dari ratusan tahun “
( Quantum learning )

Kamu pasti sering memperoleh hasil belajar aatu prestasi yang memuaskan tapi dengan paksaan, dari orang tua misalnya. Hal seperti ini tidak akan bertahan lama. Jika kamu bisa merasakan bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan, kamu akan mempunyai rasa ingin tahu yang besar, dan sangat mempengaruhi kesuksesan belajarnya di masa yang akan datang. Jadi tumbuhkanlah rasa ingin tahu, dan bertanyalah pada orang-orang yang mungkin dapat membantu kamu dalam memperoleh suatu hal yang membuatmu menarik.
Ketiga, "Kenali tipe dominan kamu"
Apakah kamu termasuk tipe auditory (anak mudah menerima pelajaran dengan cara mendengarkan), visual (melihat) ataukah kinestetik (fisik). Jika kamu secara terus menerus belajar dengan cara yang tidak sesuai dengan tipe cara belajar kamu, nantinya kamu tidak akan mampu secara maksimal menyerap isi pelajaran, sehingga tidak berkembang dengan maksimal.
2.
Auditorial
ð Ciri-ciri belajar Auditorial :
v Penanpilan rapi
v Saat bekerja suka bicara pada diri sendiri
v Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat
v Mudah tertanggu oleh keributan
v Senang membaca keras dan mendengarkan
v Berbicara dalam irama yang berpola
v Lebih pandai mengeja dengan keras dari pada menuliskannya
v Lebih suka gurauan lisan dari pada membaca komik

ð Strategi belajar untuk anak Auditorial:
1. Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.
2. Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.
3. Gunakan musik untuk mengajarkan anak.
4. Diskusikan ide dengan anak secara verbal.
5. Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.
KKinestetik
ð Ciri-ciri belajar Kinestetik :
© Berbicara perlahan
© Penampilan rapi
© Belajar melalui memanipulasi dan praktek
© Menyukai permainan yang menyibukan
© Merasa kesulitan dalam menulis tetapi hebat dalam berbicara
© Menghafal dengan cara berjalan dan melihat

ð Strategi belajar untuk anak Kinestetik:
o Jangan paksakan anak belajar berjam-jam
o Izinkan untuk menyunyah permen karet pada saat belajar
o Gunakan musik pada saat belajar
o Belajar sambil mengeksplorasikan lingkungan
1. Visual
ð Ciri-ciri gaya belajar visual:
² Bicara agak cepat
² Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi
² Tidak mudah terganggu oleh keributan
² Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar
² Lebih suka membaca dari pada dibacakan
² Pembaca cepat dan tekun
² Seringkali mengetahui apa yang harus dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata
² Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada pidato
² Lebih suka musik dari pada seni
² Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya

ð Strategi belajar untuk anak Visual :
Ă Gunakan materi visual seperti gambar-gambar, diagram dan peta
Ă Gunakan buku yang berilustrasi
Ă Gunakan multi media
Ă Ajak anak untuk mengembangkan ide-ide nya dalam gambar
Keempat "Belajar dengan jeda"
Beri dirimu waktu istirahat setiap 20 menit yang akan jauh lebih efektif dari pada belajar langsung satu jam tanpa istirahat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak mampu melakukan konsentrasi penuh paling lama 20 menit. Lebih dari itu anak akan mulai menurun daya konsentrasinya. Jeda waktu istirahat 1-2 menit akan mengembalikan daya konsentrasi kamu kembali seperti semula.
Kelima "Jaga antusiasme"
Pada dasarnya kamu pasti mempunyai naluri ingin mempelajari segala hal yang ada di sekitarmu. Kamu juga pasti akan menjadi sangat antusias dan semangat untuk belajar jika isi/materi yang dipelajari sesuai dengan minat dan perkembangan. Kamu pasti akan menjadi mudah bosan jika yang dipelajari terlalu mudah bagimu, dan sebaliknya akan menjadi stres dan patah semangat jika yang dipelajari terlalu sulit.
_selamat Mencoba_


