Sebuah kediaman di mana aku tinggal, aku dibesarkan, diberi kasih sayang, dan bermanja menjadi tempat favoritku. Tempat aku berlindung dibawah panasnya matahari dan dinginnya hujan berada tak jauh dari tempat ku menuntut ilmu sekarang. Hampir semua teman satu kelasku mengetahui tempat tinggalku sekarang. Rumah yang ditempati enam kepala manusia ini tidaklah semegah istana di buku dongeng. Tapi bagiku ini merupakan istana terindah.
Rumah tingkat berwarna kuning ini mempunyai lima kamar tidur, dua kamar mandi, dua dapur, dua ruang tamu dan satu ruang keluarga. Namun, ada satu ruangan yang menurut ku benar-benar nyaman. Di ruangan yang berisikan satu tempat tidur, satu lemari baju, satu meja belajar dan satu lemari buku. Tempat itu selalu membuatku menemukan hal-hal yang aku suka. Aku mendapatkan dunia ku sendiri di ruangan itu, semua aku khias sesuka hati. Terdapat beberapa boneka dan pajangan lumba-lumab di sana karena aku sangat menyukai jenis mamalia itu.
Ruangan yang bercat warna kuning menjadi tempat favoritku. Bukan hanya aku menyukai tempat itu tapi beberapa teman ku pun menyukainya. Sampai-sampai mereka sempat merasakan betapa nyenyaknya tidur di kasurku. Ruangan itu menjadi saksi bisu semua kegiatan yang aku lakukan. Senang, sedih, susah atau bahkan saksi di mana aku meluapkan semua emosi ku.
Ruangan itu tidak besar, juga tidak kecil. Namun, ruangan itu selalu memberiku inspirasi dari berbagai hal yang aku inginkan. Aku tidak mendapatkan sesuatu yang aku suka, tapi aku mendapatkan sesuatu yang aku butuhkan. Ruangan itu disesuaikan dengan apa yang aku butuhkan. Ada beberapa barang yang membuat semakin merasa betah yaitu radio, laptop dan modem. Serta tidak ketinggalan boneka-boneka dolphin yang kini menjadi teman tidurku. Tidak tertinggal sebuah ponsel atau handphone yang menjadi teman bila aku kesepian. Kerena, handphone sama halnya dengan sahabat sejati ku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar